Jumat, 19 Agustus 2011

SAYYIDINA ALI DIMULIAKAN JIBRIL KARENA MENGHORMATI KAKEK YAHUDI

Diriwayatkan ketika sayyidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah didalam riwayat yang tsiqah , ketika menuju shalat subuh berjama’ah bersama Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam ia mendapati ada seorang lelaki tua renta berjalan tertatih-tatih di depannya, sayyidina Ali tidak mau mendahuluinya ia tetap berjalan di belakangnya , akhirnya Rasulullah sudah takbiratul ihram , membaca surah Al Fatihah dan membaca surah yang panjang dan kemudian rukuk , maka rukuknya Rasulullah sangat lama , hingga sayyidina Ali tiba dan masuk ke shaff barulah Rasulullah i’tidal dan meneruskan shalat , setelah selesai shalat ditanya oleh ...para sahabat : “ wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam , sungguh rukukmu kali ini berbeda kenapa lama sekali ?” , maka Rasulullah berkata : “ Jibril menahan bahuku agar tidak berdiri i’tidal , untuk menunggu sayyidina Ali bin Abi Thalib karena adab dan kesopanannya kepada yang lebih tua darinya “,

bahu Rasulullah ditahan oleh malaikat agar tidak berdiri i’tidal sampai sayyidina Ali datang dan masuk ke shaff shalat agar ia tidak ketinggalan rakaat shalat .

Inilah kerukunan ummat beragama yang harus dijalin oleh muslimin , disadarkan kembali bagaimana budi pekerti nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kepada sesama agama dan yang diluar agamanya.

NB : menurut riwayat orang tua ini adalah seorang Yahudi, riwayat lain adalah Iblis yang menyamar menjadi seorang tua renta

Allahumma shalii ala nuril anwar wa sirrill ashar wa tiryaqil aghyar wa miftahi babil yasari sayyidina wa maulana Muhammadinil mukhtar wa alihil athhar wa ashabihil akhyar 'adada ni'amillah wa ifdhalih
»»  READMORE...

PENDUDUK YAMAN YANG DIBERKATI NABI MUHAMMAD SAW

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “ Datang kepada kalian penduduk Yaman, mereka lebih ramah perasaannya dan lebih lembut hatinya, iman adalah pada penduduk Yaman, dan hikmah kemuliaan ada pada penduduk Yaman .” ( Shahih Al Bukhari )

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : "Ya Allah, berkatilah Syam kami dan berkatilah Yaman kami”, mereka berkata: Ya Rasulullah, juga Najd kita..?, (Beliau diam tapi kemudian kembali berdoa): “Ya Allah, berkatilah Syam kami dan... berkatilah Yaman kami” , mereka berkata: Ya Rasulullah, juga Najd kita..? ,( Rasulullah diam dan kembali berdoa ): “Ya Allah, berkatilah Syam kami dan berkatilah Yaman kami” , mereka berkata : Ya Rasulullah, juga Najd kami..??, beliau saw kemudian menjawab: “dari sana (Najd) akan muncul goncangan dan fitnah!, dan dari sana (Najd) akan muncul tanduk setan!." ( Shahih Al Bukhari)

Penduduk Yaman hatinya sangat lembut , perasaannya sangat berkasih sayang , dan iman ada pada penduduk Yaman serta rahasia hikmah juga ada pada penduduk Yaman, yaitu penduduk Hadramaut tempat berhijrahnya Al Imam Ahmad bin Isa Al Muhajir dari Baghdad. Kebanyakan penduduk Yaman adalah orang yang berlemah lembut hatinya , sebagimana hadits sang nabi namun karena terlalu berlemah lembut dan ramah , sangat baik dan sopan tidak mau mengganggu orang lain maka zaman sekarang banyak para teroris yang masuk ke Yaman dan sembunyi disana , karena orang-orang Yaman tidak suka bermusuhan dan tidak suka berprasangka buruk , tetapi sekarang nama Yaman buruk dikatakan Yaman sebagai sarang teroris , sungguh demi Allah tidak demikian karena ulama ahlu Yaman sejak berabad –abad tahun yang lalu didakwahi pertama kali oleh sayyidina Ali bin Abi Thalib kw dan sayyidina Mu’adz bin Jabal ra .

Sayyidina Mu’adz bin Jabal ke Yaman Utara dan sayyidina Ali bin Abi Thalib ke Yaman Selatan, Hadramaut . Demikian dakwah kedua shahabat ini membuka Yaman menjadi wilayah muslimin , dan disabdakan oleh Rasul yang berdoa:
اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ يَمَنِنَا
“Ya Allah limpahkanlah keberkahan untuk wilayah Syam, Ya Allah limpahkanlah keberkahan untuk Yaman “

Syam adalah wilayah Jordan dan sekitarnya , mengapa Rasulullah mendoakan keberkahan untuk wilayah yaman ? , karena beliau mengetahui bahwa nanti stelah beliau wafat akan ada Al Imam Ahmad Al Muhajir keturunan beliau hijrah ke Yaman dari Baghdad dan kemudian terus menyebar .

Saat ini negeri muslimin terbesar di dunia adalah Indonesia , dan yang membawa Islam ke Indonesia adalah penduduk Yaman dari keluarga Al Hamid, As Saggaf , Al Habsy dan As Syathiry, Assegaf dll, yang menyebar ke pedalaman –pedalaman Papua , Sulawesi, Pulau Jawa , mereka rela berdakwah dengan memainkan wayang mengenalkan kalimat syahadah , mereka berjuang dan berdakwah dengan kelembutan tanpa senjata , tanpa kekerasan, tanpa pasukan , tetapi mereka datang dengan kedamaian dan kebaikan .
»»  READMORE...

BERATNYA TIMBANGAN LAFAL "SUBHANALLAH"

Diriwayatkan didalam riwayat yg tsiqoh (riwayat yg jelas), ketika dua orang ditimbang amalnya dihadapan Allah, kedua-duanya sama amalnya, cuma yg satu lebih “subhanallah” dari temannya, keduanya masuk surga, namun derajat yg satu dg yg kedua, bagaikan langit dan bumi, perbedaan satu lafadz Allah,perbedaan satu nama Allah, dalam satu kali lafadz dicatatan amalnya,membedakan surganya bagai langit dan bumi,kenapa bisa?
Karena agungnya nama Allah, karena luhurnya nama Allah, karena bercahayanya nama Allah didalam jiwamu, yang dengan itu mengangkat seluruh apa yang ada didalam jiwa, untuk lebih bersemangat, untuk lebih taat, untuk meninggalkan maksiat, meni...ggalkan kemunkaran, semakin banyak ia mengingat Allah, semakin jauh ia dari kemunkaran Allah, makin banyak kau menyebut nama-Nya kau makin dekat kepada-Nya, siapa yang ingin dekat dengan Allah?

Semakin hari usia kita ini, semakin hilang dimuka bumi, orang-orang yang ingin dekat kepada Allah, siang dan malam ia lewati, hari demi hari, ia lupa yang Maha dekat tetap menanti mengangkat derajatnya agar lebih dekat, dari setiap hari-harinya ia lewati demikian, tanpa ia sadari bahwa seluruh tubuhnya itu mengenal keagungan Allah, seluruh sel tubuhnya itu milik Allah, setiap debu yang ada di alam semesta ini tercantum padanya nama Allah, kekuasaan Allah, keMaha pengaturan Allah, keMaha Agungan Allah, ketentuan Allah, dalam setiap sel tubuh kita itu ada cahaya nama Allah, jika tangan ini bisa berbicara, ia akan mengakui bahwa ia mengagungkan Allah, jagalah sel-sel tubuh kita dari terjebaknya dan menjeratnya kepada hal-hal yang dimurkai Allah,

terangi seluruh sel tubuh kamu dengan cahaya keridhoan-Nya, maka bangkitlah sang pembawa rahmatan lil’alamin sayyidina Muhammad SAW wa barak’alaih. tuntunan-tuntunannya terus mendorong kita kepada Allah, semakin dekat, semakin indah, semakin mulia, semakin jauh dari dosa dan neraka semakin dekat pada keridhoan dan surga Allah.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِدِّنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ya Allah limpahkanlah sholawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dan sahabatnya dan limpahkan baginya salam.
»»  READMORE...

SHOLAT SEBAGAI TANDA KASIH SAYANG ALLAH KEPADA KITA

Shalat adalah tanda kasih sayang Allah memanggil kita, rahasia kerinduan Allah SWT yang melebihi segenap cinta dan kerinduan, kerinduan kepada hamba-hambanya, hingga memanggil mereka lebih dari 50 kali, memanggil mereka lebih 50 kali setiap harinya, undangan yang wajib dipenuhi oleh ummat ini untuk datang menghadap Allah 50 kali setiap siang dan malam, merupakan undangan yang sangat berat akan tetapi sangat menggembirakan bagi yang memahami dan mencintai Allah, bagi mereka 100 kali menghadap adalah hal yang kecil apalagi Cuma 50 kali.

Jika mereka memahami rahasia kehidupan triliunan tahun, dalam kebahagiaan yang kekal, dalam... keindahan yang kekal hanya melewati 10, 20 tahun kehidupan dimuka bumi, bagi mereka shalat 50 waktu tiadalah hal yang berat karna mereka mencintai Allah, karena mereka mengagungkan Allah, bagi mereka shalat diatas bara api sekalipun kecil dibanding cinta dan rindunya menghadap Allah Jalla wa'alla.

Belum kita temukan seorang kekasih yang merindukan kekasihnya, hingga memanggilnya 50 waktu setiap harinya, kekasih yang paling rindu pada kekasihnya pun tiada akan sampai memanggil kekasihnya setiap hari 50 kali, barangkali satu hari belum tentu hari keduanya, barangkali hari kedua belum tentu hari ketiganya, bagaimana dengan sepanjang usianya ia terus dipanggil 50 kali kehadirat Sang kekasih, Dialah Allah Jalla wa'alla, satu-satunya Yang Maha Tunggal mencintaimu melebih semua yang mencintaimu, satu-satunya Yang Maha Tunggal dan Maha abadi merindukanmu untuk datang melebihi semua yang merindukanmu.

Semua kekasih kita akan sirna dan fanah terkecuali cintanya Allah yang akan Abadi dan semua cinta yang terbaur kepada cinta kepada Allah yang kekal dan abadi Jalla wa'alla Swt pujian yang tiada henti-hentinya untuk sang kekasih tunggal yang tidak membeda-bedakan bagaimana keadaan hambanya walaupun hambanya dalam keadaan dosa dan kesalahan, walaupun bibir hambanya didalam kehinaan dan kegelapan, bibir yang penuh dosa dan kesalahan masih di perbolehkan memanggil Nama-Nya, jasadnya penuh dosa dan kehinaan masih diizinkan menghadapnya.

Demikian cintanya Allah kepada kita dan betapa ruginya mereka yang menolak cintanya Allah Jalla wa'alla, telah di undangnya seluruh sel tubuh kita untuk menghadapnya setiap hari 50 kali waktu, seluruh sel tubuh ini termuliakan dengan penghadapan kepada Allah Jalla wa'alla dan Allah SWT memahami bahwa manusia ini tidak kesemuanya tenggelam dalam cinta dan rindu kepada-Nya, ada juga hamba-hamba-Nya yang masih berat untuk mencintai Allah.

Allah Maha Pengasih, maha penyayang memberi keringanan sampai 5 waktu, dan Allah Maha Tahu bahwa hakikatnya kewajiban adalah 5 waktu dan bukan 50 waktu, akan tetapi agar hambaku tahu betapa kerinduanku kepada mereka dan bagaimana jawaban kerinduan mereka terhadapku, lihatlah cintaku pada kalian dan bagaimana kadar cinta kalian kepada ku maka di wajibkan 50 waktu shalat lalu di ringankan dan diringankan dengan semua wasithah perantara Rahmat Ilahi sayyidina Muhammad Saw.

Allah tidak mau mengurangi waktu ku dari 50 waktu bagi hambanya maka dikurangi hingga 5 waktu tapi pahalanya tetap 50 waktu, 5 waktu tapi tetap pahalanya 50 waktu, Allah tidak mau mengurangkan waktu-waktu kita menghadap kecuali 50 kali setiap harinya, demikian cintanya Rabbul 'alamin dan rindunya kepada kita maka jawablah rindu Sang penciptamu yang memberikan kepada kita anugrah melebih segala anugrah, meminjamkan kepada kita jasad, meminjamkan dan memberi kepada kita air, daratan, matahari, cahaya dan segala-galanya yang ada di bumi tanpa kita membelinya hanya kita mengolahnya saja.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِدِّنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
Ya Allah limpahkanlah sholawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dan sahabatnya dan limpahkan baginya salam.
»»  READMORE...

NABI MUHAMMAD YANG MELUNASI HUTANG UMATNYA

Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, dimana Rasul saw bersabda “Ana awla bil mu’minina min anfusihim”, Aku (Nabi saw) lebih awla daripada orang mukmin atas diri mereka sendiri. Koq bisa Rasul saw mengatakan “aku lebih awla daripada orang orang mukmin atas diri mereka sendiri”. Kenapa? karena firman Allah Swt berfirman “Annabiyyu awla bil mu’minina min anfusihim” (QS. Al Ahzab:6). Nabi saw itu lebih utama, lebih patut didahulukan dari orang mukmin atas diri mereka sendiri, maka Rasul saw berkata

“Ana aula bil mu’minina min anfusihim”. ...Seakan akan kalau tidak kita ikuti sabda Beliau (saw) yang selanjutnya ucapan ini sombong. Aku (Nabi saw) yang lebih utama dari orang mukmin atas diri mereka sendiri, Tapi lihat ucapan (hadits beliau saw) selanjutnya “..barang siapa yang wafat masih meninggalkan hutang dan dia tidak punya uang atau harta untuk bisa membayar hutangnya, aku (Nabi saw) yang akan menyelesaikan hutangnya”.

Berapa banyak orang – orang muslimin yang wafat yang tidak mampu membayar hutangnya. Ahli warisnya atau tidak punya harta waris, mereka datang kepada Nabi saw. Rasulullah saw yang membayar hutang mereka. Subhanallah!! Inilah orang yang paling dermawan dari semua yang dermawan.

Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani di dalam kitabnya Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan menukil beberapa hadits lainnya bahwa sebelum Fatah Makkah,Sebelum fatah makkah Rasul saw tidak mau menyolatkan jenazah yang masih punya hutang. Jadi kalau jenazah seseorang yang wafat, Rasul saw bertanya “ini masih punya hutang?”, kemudian dijawab “masih ada”.

Rasul saw tidak mau sholat. Kalau sudah selesai hutangnya atau ada orang yang bilang “aku yang menanggung”, baru Rasul saw mau menyolatkannya. Ini bukan karena Rasul saw benci atau menghina jenazah itu, tapi Rasul saw tidak mau ada 1 jenazah masuk ke dalam kuburnya masih membawa hutang, ia dihimpit oleh bumi.

Demikian indahnya Nabiyyuna Muhammad Saw, tidak rela beliau ada 1 jenazah yang masuk ke dalam kubur dihimpit oleh bumi….. (Al Allamah habib munzir terhenti ceramahnya sesaat dan menangis haru..)

Maka Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani di dalam kitabnya Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan bahwa hal seperti ini dipertanyakan kepada kita. Setelah fatah makkah Rasul saw baru mengatakan “siapa yang punya hutang datang padaku, kalau tidak bisa bayar hutang”.

Tapi sebelumnya beliau (Nabi saw) tidak mau menyolatkan jenazah. Dipertanyakan bagaimana dengan kita? jika ada jenazah yang wafat orang susah punya hutang, disholatkan atau tidak? Jika tidak ada yang mau membayar hutangnya.

maka Imam Ibn Hajar mengatakan tetap disholatkan. Apakah ia dihimpit bumi? Imam Ibn Hajar Al Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari mengatakan “tidak, ia bebas”. Karena apa? selama ia tidak punya harta, ia orang susah lalu wafat dan hartanya tidak cukup untuk melunasi hutangnya, ia tidak dihimpit bumi. Kenapa? karena orang – orang fuqara itu punya hak dari baitul maal. Zaman sekarang tidak ada baitul maal.

Baitul maal itu kira – kira Departemen Keuangan, semua orang fuqara dapat santunan. Itu baitul maal di zaman Rasul saw. Zaman sekarang tidak ada baitul maal. Nah oleh sebab itu kalau seandainya di zaman itu ada orang wafat, miskin tidak punya hutang yang membayar baitul maal, setelah wafatnya Rasul saw.

Oleh sebab itu zaman sekarang tidak ada baitul maal maka orang yang wafat meninggalkan hutang dan belum mampu melunasi hutang daripada sisa hartanya, temannya tidak ada yang mau membayarnya maka ia tidak dihimpit bumi. Karena apa? karena tidak ada baitul maal. Demikian dijelaskan di dalam Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari

Allahumma shalii ala nuril anwar wa sirrill ashar wa tiryaqil aghyar wa miftahi babil yasari sayyidina wa maulana Muhammadinil mukhtar wa alihil athhar wa ashabihil akhyar 'adada ni'amillah wa ifdhalih
»»  READMORE...

RASULULLAH MENJAWAB SHOLAWAT KITA KEPADANYA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
وَمَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِي، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَمَثَّلُ فِي صُورَتِي
"Barangsiapa melihatku di waktu tidur maka dia benar benar telah melihatku, karena syeitan tidak dapat menyerupaiku”
Betapa indahnya wajah beliau sehingga Allah melarang syaitan untuk menyerupainya. Jadi jika seseorang bermimpi nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam namun sangat jauh dengan sifat-sifat nabi, misalnya wajahnya gelap atau ada sesuatu yang kurang indah maka hal itu adalah cermin dari hati yang kurang baik. Maka semaki...n tinggi iman seseorang maka ia akan semakin sempurna dalam melihat wajah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam mimpinya, namun mimpi melihat Rasulullah atau tidak janganlah dibuat sebuah acuan akan cinta kita kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
“ Saya sudah membaca shalawat sekian banyak tapi kok tidak juga bermimpi bertemu Rasulullah ?!”,

yakinlah bahwa Rasulullah menjawab shalawat dan salam mu, mungkin saja kenikmatan itu akan dilimpahkan kelak saat kita dalam keadaan sakaratul maut, atau di hari-hari yang telah dekat dengan kematian kita, atau mungkin kelak di hari kiamat.

Diriwayatkan dalam sebuah riwayat yang tsiqah bahwa ketika salah seorang shalih bermimpi bertemu Rasulullah, dimana dia adalah orang yang selalu rindu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yang tidak pernah tidur kecuali setelah air matanya mengalir karena ingin berjumpa dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka dia pun sering melihat Rasulullah di dalam mimpinya, lalu di dalam mimpi itu ketika di padang mahsyar ia melihat kumpulan manusia yang memenuhi padang mahsyar, mereka saling tindih satu sama lain, yang masing-masing ada yang berubah wajahnya, ada yang berbau busuk dan lain sebagainya, kesemuanya dalam keadaan yang sangat bingung, ketika itu tiba-tiba barisan para malaikat melintas dan lewatlah rombongan sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersama para nabi, syuhada’, para awliyaa’ dan shalihin,

maka orang shalih tadi hanya melihat dari kejauhan dan tidak bisa mendekat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena desakan para malaikat yang membatasi orang-orang yang mendekat, ketika barisan para malaikat itu melintas maka lewatlah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan orang shalih itu tidak bisa mendekat apalagi berbicara kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka ia di dalam mimpi itu dia berkata kepada orang yang berada di sebelahnya:

“jika kelak kamu bertemu dengan Rasulullah maka sampaikan salamku bahwa aku rindu kepadanya, dulu di masa hidupku di dunia aku selalu merindukan Rasulullah, jika aku masuk neraka sampaikan kepadanya bahwa aku telah berada di tempat yang layak untukku sebagai pendosa (yaitu neraka)”,

maka setelah ia berkata demikian barisan yang melintas tadi tiba-tiba berhenti karena Rasulullah berhenti, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berbalik dan berkata :

“ wahai Fulan, aku tidak melupakan orang yang merindukanku”,

lalu beliau membuka kedua tangannya kemudian orang itu berlari dan memeluk sang nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan menciuminya. Semoga kita diberikan anugerah oleh Allah untuk bermimpi bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, amin.

Allahumma shalii ala nuril anwar wa sirrill ashar wa tiryaqil aghyar wa miftahi babil yasari sayyidina wa maulana Muhammadinil mukhtar wa alihil athhar wa ashabihil akhyar 'adada ni'amillah wa ifdhalih
»»  READMORE...

Kamis, 18 Agustus 2011

Hukum Islam Ada 5, dan Bid'ah Tidak Termasuk di Dalamnya



Hendaknya kalian tahu bahwa sunnah menurut ulama hadits adalah sesuatu yang berasal dari Rasulullah baik berupa perkataan, perbuatan maupun taqrir (ketetapan). Menurut Fuqaha’ (ahli Fiqh), sunnah adalah salah satu dari status hukum Islam, yang apabila mengerjakannya mendapat pahala dan apabila meninggalkanya tidak apa-apa (tidak berdosa), kadang disebut mandub juga nafilah.

Hukum Islam sendiri adalah 5 : Wajib, Sunnah (Mandzub/Mustahab), Mubah (Jaiz), Makruh dan Haram.

Sunnah Rasulullah (perbuatan, perkataan, taqrir) tidak serta status hukumnya menjadi wajib, tetapi ada yang sunnah (mandub/mustahab) tergantung bentuk anjurannya dan konsekuensinya. InsyaAllah kalian paham, bahwa apa yang berasal dari Rasul tidak serta merta wajib bagi kalian.

Demikian juga apa yang dinamakan bid’ah, bid’ah bukanlah status hukum Islam (sekali lagi bid’ah bukan status hukum Islam), melainkan istilah untuk sesuatu yang berlawan dengan sunnah.

Kalau Sunnah adalah perkataan/perbuatan yang berasal dari Rasul, sedangkan
Kalau Bid’ah adalah perkataan/perbuatan yang bukan berasal dari Rasul.

Dari sini, semoga paham maksud dari istilah “berlawanan”. Maka, sesuatu yang bukan berasal dari Rasul ini, haruslah di tinjau dan dikaji apakah sesuai dengan Sunnah ataukah tidak. Bukan serta merta ditolak begitu saja kemudian di masukkan kepada salah satu status hukum Islam yaitu status haram.

Jika langsung dimasukkan kepada status hukum haram, nantinya akan absurd dalam memahaminya dan bingung terus-menerus seperti sebagian orang jahil. Karena kalau langsung dimasukkan kepada status hukum haram dan sisi lain mengatakan “berlawan dengan sunnah” maka jadinya seperti ini :

“Bid’ah (Haram)” VS “Sunnah (Wajib)”. Karena lawan dari haram adalah wajib, dan pemahaman seperti ini bak otak yang terbalik. Sedangkan apa yang berasal dari Rasul (perbuatan/perkataan/taqir) tidak selalu dimasukkan kedalam status hukum wajib.

Oleh karena itu, sesuatu perkara baru (bid’ah) atau lawan dari yang berasal dari Rasul (sunnah) harus diklasifikasikan status hukumnya.

Yang mana nantinya ada yang masuk pada status hukum wajib, mandub, mubah, makruh dan haram. Istilah seperti ini telah diajarkan oleh al-Imam Shulthanul Ulama Syaikh ‘Izzuddin Abdissalam asy-Syafi’i untuk menyederhanakan memahami bid’ah. Sehingga dikenal istilah ;

1. Bid’ah Wajibah : bid’ah yang masuk dalam prinsip atau bahasan kaidah tentang penetapan status hukum wajib, seperti : menyibukkan diri dengan ilmu nahwu sebab dengannya bisa memahami Kalamullah dan Sabda Nabi, hal ini tergolong wajib karena dalam rangka menjaga syariat Islam, sebab apa jadinya jika tidak paham nahwu, maka orang-orang jahil akan berbicara secara serampangan.

Contohnya lainya seperti : menjaga pembendaharaan kata asing al-Qur’an dan as-Sunnah, pembukuan disiplin ilmu-ilmu ushul, perkataan jahr wa ta’dil dalam pembahasan ilmu hadits.

2. Bid’ah Mandubah ; bid’ah yang masuk dalam prinsip atau bahasan kaidah tentang penetapan status hukum sunnah/mandub, seperti : membangun madrasah-madrasah, perkataan-perkataan yang mengandung hikmah seperti tashawuf, perkataan yang bisa menyatukan kaum Muslimin, shalat jama’ah tarawih, Maulid Nabi dan sebagainya.

3. Bid’ah Mubahah ; bid’ah yang masuk dalam prinsip atau bahasan kaidah tentang penetapan status hukum mubah, seperti : bersalaman setelah shalat subuh dan ashar, juga memperluas kesenangan dalam urusan makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal, pakaian kebesaran ulama, dan melebarkan lengan baju.

4. Bid’ah Makruhah ; bid’ah yang masuk dalam prinsip atau bahasan kaidah tentang penetapan status hukum makruh, seperti : sekedar kumpul-kumpul di kediaman orang meninggal, menghiasi masjid dengan berlebihan dan lain sebagainya

5. Bid’ah Muharramah ; bid’ah yang masuk dalam prinsip atau bahasan kaidah tentang penetapan status hukum haram, seperti : pemikiran Qadariyah, jabariyah, murji’ah, mujassimah (contohnya : Wahabiyah, Karramiyah dan sejenisnya)

Jika perkara baru tersebut sesuai dengan sunnah maka itu baik (hasanah) dan status hukumnya bisa jadi sunnah, bahkan hingga wajib.

Namun, jika sesuatu perkara baru bertentangan dengan sunnah maka itu buruk (qabihah) dan status hukumnya bisa jatuh pada status hukum makruh bahkan haram.

Semoga dengan pemaparan singkat ini dapat memberikan pemahaman yang benar dalam memahami bid’ah dan sunnah. Dan sekali lagi bid’ah itu bukan status hukum, ingat ini.

Bahkan ada sesuatu yang dibenci tapi halal, yaitu thalaq (perceraian). Sangat tidak mungkin kalau karena disebabkan dibenci kemudian langsung dimasukkan kedalam status hukum haram. Jadi pemahaman-pemahaman seperti ini atau sejenisnya adalah benar-benar absurd.

Wallahu A'lam.

(tulisan ini disadur dari Group WAJIB, SUNAH (MANDUB), MUBAH, MAKRUH DAN HARAM)
»»  READMORE...